Tentang Kami
Ensiklopedia Etnolinguistik Toraja merupakan platform digital yang dikembangkan sebagai luaran dari kegiatan “Ensiklopedia Etnolinguistik Budaya Toraja: Digitalisasi Warisan Budaya dan Kearifan Lokal”. Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan kekayaan budaya Toraja melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat, peneliti, pendidik, mahasiswa, serta generasi muda.
Website ini memuat berbagai informasi mengenai bahasa, sastra lisan, tradisi, ritual adat, kearifan lokal, pengetahuan tradisional, kesenian, serta berbagai aspek budaya Toraja yang memiliki nilai historis, sosial, dan edukatif. Seluruh data dan informasi yang disajikan dihimpun melalui proses dokumentasi, kajian, verifikasi, dan pengelolaan secara sistematis untuk mendukung upaya pelindungan dan pemajuan kebudayaan.
Pengembangan Ensiklopedia Etnolinguistik Budaya Toraja didanai oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Tahun 2025. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap lahirnya karya-karya kreatif dan inovatif yang berkontribusi pada pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui website ini, warisan budaya Toraja tidak hanya didokumentasikan sebagai arsip pengetahuan, tetapi juga dihadirkan sebagai sumber belajar dan referensi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Kehadiran ensiklopedia digital ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Toraja, meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia, serta menjadi sarana pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Website ini merupakan wujud nyata sinergi antara pelestarian budaya dan inovasi digital dalam rangka menjaga keberlanjutan warisan budaya Toraja sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Tentang Ketua Tim
Dr. Resnita Dewi, S.S., M.Hum. adalah akademisi, peneliti, dan pegiat budaya yang menekuni bidang bahasa dan budaya, dengan fokus utama pada pelestarian, pengembangan, dan pemajuan budaya Toraja melalui pendekatan linguistic. Sebagai dosen di Universitas Kristen Indonesia Toraja, ia secara konsisten mengkaji hubungan antara bahasa, budaya, dan identitas masyarakat sebagai bagian penting dari upaya pelestarian warisan budaya lokal.
Karya-karya ilmiah dan budaya yang dihasilkannya berfokus pada dokumentasi dan interpretasi berbagai aspek budaya Toraja, seperti tuturan ritual adat, sastra lisan, cerita rakyat, simbol budaya, metafora budaya, bahasa daerah, serta nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Melalui penelitian tersebut, ia berupaya mengungkap makna budaya yang terkandung dalam praktik sosial masyarakat Toraja sekaligus mendokumentasikannya sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
Selain aktif melakukan penelitian, Dr. Resnita Dewi, S.S., M.Hum. juga mengembangkan berbagai inovasi budaya berbasis digital yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya Toraja. Kegiatan yang dilakukannya mencakup pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal, digitalisasi pengetahuan budaya, penguatan pendidikan berbasis etnopedagogi, serta penyusunan sumber belajar yang mengintegrasikan bahasa dan budaya Toraja dalam konteks pendidikan dan pelestarian budaya.
Melalui berbagai publikasi ilmiah, karya budaya, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ia berkomitmen menjadikan bahasa dan budaya Toraja tidak hanya terpelihara sebagai warisan leluhur, tetapi juga berkembang sebagai sumber pembelajaran, identitas budaya, dan kekuatan budaya yang relevan di era digital. Fokus pengabdiannya adalah membangun jembatan antara tradisi dan inovasi melalui pemanfaatan ilmu bahasa dan budaya untuk mendukung pelestarian serta pemajuan kebudayaan Indonesia.
Dengan rekam jejak penelitian dan publikasi yang kuat dalam bidang bahasa dan budaya, Dr. Resnita Dewi, S.S., M.Hum. terus berkontribusi dalam memperkenalkan budaya Toraja di tingkat lokal, nasional, dan internasional melalui pendekatan ilmiah yang berorientasi pada pelestarian, pendidikan, dan transformasi budaya yang berkelanjutan.
